SOON!

Salam Jeans Belel!
oke .. entah ini lanjutan dari episode yang sebelumnya, atau cerita baru yang tak sengaja kuurai dengan pena lama, halaman baru, dan mungkin masih dengan perasaan dan suasana yang sama dengan sebelumnya..
mungkin cerita kali ini bisa berbeda sedikit, sebagian, atau seluruhnya, ya kemudian aku hanya membebaskan semua yang tertulis malam ini.
matahari mungkin dengan cepat segera meninggalkan peraduannya dan menyibakkan bulan yang menerangi malam gelap, anehnya tak satupun rasa lelah yang aku rasakan hari ini, entah karena memang terbiasa atau aku yang memaksa membiasakan diri dengan semua ini. bahkan setelah aku menelan dua butir ajaib si pembuat tidur tak jua berujung dengan rasa kantuk. semua mungkin merasa aneh dengan kebiasaanku ini dan mulai mengusik dengan membuat sedikit beriak pada air tenang...
menatap dinding putih dan kulihat serta kemeja kotak-kotak yang sudah sedikit usang dan berubah warna , bahkan terlihat sangat jelas bekas luka jahitannya yang coba aku obati dengan benang yang tak sama rupa dan warna. mungkin memang seharusnya sudah dibuang dan menjadi kemeja masalalu. hmm dan jeans belel itu sudah berwarna biru tua sebelumnya dan sekarang sudah bertransformasi menjadi warna coklat pekat. mungkin karena sudah terlalu banyak noda yang menempel di dalamnya noda yang tidak sengaja menempel, di tempelkan orang lain, atau aku yang dengan sengaja menempelnya, ya entahlah.
melepaskan keduanya bagai melepaskan masalalu dan seolah-olah aku tidak tahu terimakasih kepada mereka teman masalalu-ku. ya mungkin jika memang harus dilepaskan nanti jika saatnya sudah tepat saat benar-benar sudah tidak bisa kupakai lagi karena memang sudah tidak bisa kumasukan satu kaki pun.
dan saat kemeja-ku satu persatu bagian kancingnya terlepas karena memang sudah tidak mau terkait lagi dengan kaitannya. aku yakin kalau mereka pun ingin aku melepaskannya sebelum mereka sendiri yang meminta untuk benar-benar dilepaskan. mungkin aku yang terlalu egois hingga tak mau melepaskan walau hanya salah satunya. aku terus saja memakainya setiap saat seperti saat mereka masih bagus dulu. aku malas memilih yang lain , entah itu yang lebih bagus, yang lebih mahal atau lebih bermerek. malas juga harus membiarkan setiap tubuh, kulit, hidung, dan kaki-tangan ku untuk menyesuaikan lagi dengan situasinya, dengan mereknya, dengan ukurannya, tidak juga dengan merek dan kualitas kainnya. yang lama memang sudah usang tapi dulu pun masih bersinar dan baru seperti yang sekarang.
mungkin itu sebabnya kenapa aku susah untuk beradaptasi dengan sekitarku yang memang serba baru setiap saatnya, langit yang juga berganti dengan langit yang sama setiap harinya tapi mungkin dengan suasana dan cuaca yang berbeda, udara yang berganti dengan udara lain yang berbeda, orang-orang yang berganti sejalan dengan dimana aku memijakkan kaki. sebenarnya terlepas dari itu baru atau lama semua merasakannya , jeans lama dan kemeja lamaku juga dulunya baru, dan jeans baru pun nanti akan menjadi lama setelah ada lagi yang lainnya.
renungkan, sesuatu yang ada dimasa lalu berupa kenangan itu bisa saja datang dari masa depan atau sebaliknyas sesuatu yang bernama masa depan itu berawal dari yang namanya masa lalu. yang terpenting adalah keseimbangan dan penyeimbang, yang sekarang kita akan tapaki adalah masa depan yang membutuhkan masa lalu untuk menunjukan seperti apa medannya dan memberi arah kemana medannya harus membawanya. tidak perlu takut dengan segala kemungkinan yang akan terjadi pada jeans bellel dan kemeja kotak-kotak baru yang menandakan masa depan, karena sebagian dari mereka pernah ada dimasa lalu pernah kita pakai.
Yang perlu kita lakukan adalah sedikit menengok kebelakang dan terus melihat kedepan!
Karma Chameleon!